๐ŸŒ’ Puasa Bukan Sekedar Menahan Lapar

Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menahan hawa nafsu. Selain itu, umat muslim juga dianjurkan untuk melakukan amalan dan perbuatan baik lainnya. Dibulan yang pernuh berkah ini, Allah memberikan pahala dan ampunan kepada setiap orang yang melakukan kebaikan. PuasaBukan Sekedar Menahan Lapar dan Haus Saja By: Unknown on 10.54 / comment : 2 Setiap Muslim sangat menantikan datangnya ramadhan, meski hampir selalu saja terjadi kontroversi atau perbedaan pendapat soal Puasa ramadhan bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus saja, namun juga menahan diri dari perbuatan buruk yang bisa membatalkan Puasa bukan sekedar kewajiban tahunan, dengan menahan lapar dan berbuka, kemudian setelah itu hampir tidak berbekas dalam jiwa ataupun dalam perilaku dalam bersosialisasi di masyarakat, namun puasa lebih kepada kewajiban yang mampu menggugah moral, akhlak, dan kepedulian kepada hal social kemasyarakatan. Menunaikanibadah puasa dalam bulan Ramadhan, bukan hanya sekedar tidak minum dan tidak makan pada siang hari. Tapi juga mempuasakan anggota tubuh serta mengendalikan hawa napsu."Jika hanya sekedar tidak minum dan tidak makan pada siang hari, tapi ti Niatberpuasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, namun juga mengendalikan hawa nafsu (nafsu amarah) dan panca indera ke arah yang positif Kamis, 14 Juli 2022 Cari Puasatidak sekedar menahan haus dan lapar saja, perhatikan lima hal ini saat puasa. Hengki Ferdiansyah, Lc. MA 27 April 2020 1811. Ilustrasi puasa. (foto: healthline) Setiap ibadah memiliki aturan yang harus dipatuhi. Aturan itu ada yang merusak keabsahan ibadah apabila dilanggar, ada pula yang hanya mengurangi pahala dari ibadah yang dilakukan. ImamBaidhowi juga mengatakan tujuan dari disyariatkannya puasa bukan hanya sekedar menahan haus dan lapar, melainkan membantu kita untuk memecah keinginan nafsu dan mengganti dari mengikuti nafsu ammarah beralih mengikuti nafsu mutmainnah Memang ada perbedaan pendapat mengenai apa itu nafsu mutmainnah, dan penulis tidak akan membahasnya disini. Jakarta- Mutiara Ramadhan, 2 Mei 2020. Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar "Puasa bukan sekedar menahan lapar, dahaga dan hubungan seks. Yang teramat penting puasa sebagai latihan Niatberpuasa bukan sekedar menahan lapar dan dahaga, namun juga mengendalikan hawa nafsu (nafsu amarah) dan panca indera ke arah yang positif. Namun, ada beberapa hal yang dapat membatalkan puasa dan sanksinya. Termasuk, makan dan minum di siang hari pada bulan Ramadan. . Jakarta Hakikat puasa sering dikaitkan dengan menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga tenggelamnya. Namun jauh dari itu, hakikat puasa memiliki makna luas bagi umat Muslim yang menjalaninya. Puasa tak hanya dapat dilakukan saat bulan Ramadan, melainkan di bulan lain yang disunahkan. Hakikat puasa sudah sepatutnya dipahami bagi umat muslim yang sudah memenuhi syarat berpuasa. Niat dan Doa Buka Puasa Ramadan, Dilengkapi Hadits yang Menjelaskan Pahala Puasa Ramadan yang Perlu Diketahui untuk Dapatkan Kemuliaannya Kenapa Ada Istilah Ngabuburit Saat Bulan Puasa? Dengan memahami hakikat puasa, seseorang akan dengan ikhlas dan mengetahui tujuannya dalam berpuasa. Selain itu dengan mengetahui hakikat berpuasa, seseorang akan senantiasa menaati rukun dan sunah puasa sehingga puasanya dapat diterima di mata Allah SWT. Jika kamu ingin memahami lebih hakikat puasa, simak ulasannya seperti rangkum dari berbagai sumber, Selasa 7/5/2019.Hakikat Puasa Sesuai AlquranIlustrasi Al-qur'an sumber PixabayHakikat puasa tertuang dalam perintah berpuasa di surat Al Baqarah ayat 183 yang berbunyi ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ู ูƒูŽู…ูŽุง ูƒูุชูุจูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุชู‘ูŽู‚ููˆู†ูŽ Artinya Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Surat Al Baqarah ayat 183 ini mengandung banyak makna dan pelajaran mengenai pelaksanaan puasa Ramadan. Hakikat puasa pada ayat ini menjelaskan bahwa tiap orang-orang yang beriman diwajibkan untuk berpuasa semata-mata hanya untuk bertakwa pada Puasa Tak Hanya Sebatas Menahan NafsuIlustrasi buka puasa dengan kurma sumber iStockDilansir dari NU Online, Imam Ghazali mengemukakan pendapatnya mengenai hakikat puasa. Menurutnya menjaga nafsu dan syahwat memang sudah cukup bagi ulama fiqh untuk memenuhi syarat sah puasa. Namun ulama ahli hikmah memaknai sahnya puasa lebih dari itu. Puasa yang sah adalah puasa yang diterima. Puasa yang diterima adalah puasa yang maksudnya tercapai. Maksud dari pencapaian puasa adalah dengan berakhlak terbaik, akhlak malaikat, akhlak para nabi, terutama Nabi Muhammad SAW. Sejalan dengan makna ini ada sebuah hadits dimana Rasulullah SAW bersabda โ€œLima hal ini bisa membuat puasa seseorang tidak sah berbohong, menggunjing, mengadu domba, sumpah palsu, dan melihat dengan syahwat.โ€ Dalam hadis ini berkaitan dengan hakikat puasa untuk membentuk akhlak mulia. Jika seseorang telah melakukan puasa dengan sah, maka ketika ia menghadapi orang lain yang mengajaknya bercekcok atau sekedar menghinanya, ia hanya akan mengatakan pada dirinya โ€œaku sedang berpuasaโ€. Selanjutnya, ia akan menunjukkan akhlak mulia pada orang PuasaIlustrasi Puasa Ramadan iStockphotoImam Al Ghazali juga mengingatkan tentang hadis-hadis yang menunjukkan betapa Allah memperlakukan puasa secara spesial. Dalam beberapa versi hadis dikatakan bahwa puasa adalah tameng, dan puasa adalah milik Allah sendiri, serta Allah sendiri lah yang nanti akan secara langsung membalasnya. Dijelaskan pula oleh Imam Al Ghazali bahwa Allah telah menyediakan satu tempat khusus di surga, yang pintunya bertuliskan Al-Rayyan kesegaran, kedamaian dan hanya bisa dimasuki oleh mereka yang ahli berpuasa. Setelah semua ahli berpuasa telah masuk, pintu itu akan tertutup, dikunci, dan tidak membiarkan selain orang yang ahli berpuasa Puasa RamadanYuk, intip 5 menu buka puasa yang mampu mengembalikan kebugaran tubuh ini!Dalam sebuah hadis, Rasulullah mengungkapkan โ€œSetiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Taโ€™ala berfirman โ€œKecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.โ€ HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151 Makna dari hadis di atas adalah Rasulullah mengatakan bahwa setiap amalan kebaikan manusia akan dilipat gandakan pahalanya 10 kali lipat bahkan hingga 700 kali lipat. Namun, hal ini berbeda dengan amalan puasa. Pahala dalam puasa tidak dilipat gandakan dengan cara tersebut. Melainkan, pahala pada orang yang berpuasa akan dilipatgandakan menjadi tak terhingga oleh Allah. Hal ini karena, dalam berpuasa manusia berusaha untuk meninggalkan segalah syahwat karena Allah semata. Allah juga begitu memuliakan orang yang berpuasa sehingga diibaratkan bau mulut orang yang berpuasa lebih harum dari bau minyak kasturi. Ibnu Rajab Al Hambali rahimahullah di Lathaif Al-Maโ€™arif mengatakan, โ€œSebagaimana pahala amalan puasa akan berlipat-lipat dibanding amalan lainnya, maka puasa di bulan Ramadhan lebih berlipat pahalanya dibanding puasa di bulan lainnya. Ini semua bisa terjadi karena mulianya bulan Ramadhan dan puasa yang dilakukan adalah puasa yang diwajibkan oleh Allah pada hamba-Nya. Allah pun menjadikan puasa di bulan Ramadhan sebagai bagian dari rukun Islam, tiang penegak Islam.โ€ Pahala puasa Ramadan akan lebih berlipat karena bulan ramadhan adalah bulan yang paling mulia. Selain itu Puasa Ramadan juga merupakan puasa yang diwajibkan oleh Allah. Maka dari itu, siapa saja yang menjalankan puasa Ramadan akan mendapatkan pahala yang berlimpah.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. Menjalani puasa di bulan Ramadan sebenarnya bukan hanya tentang menahan rasa lapar dan haus, namun juga bagaimana kamu menahan hawa nafsu dan momen untuk menjalankan ibadah lebih baik lagi. Seperti yang sudah dikatakan di atas, menahan lapar menjadi salah satu yang harus kamu jalankan saat berpuasa. Menahan rasa lapar saat puasa di awal memang sering terasa berat, namun bila sudah terbiasa kamu akan mampu melewatinya dengan baik, hingga akhirnya waktu berbuka puasa. Manfaat menjalankan puasa Kamu tentu sudah mengetahui berbagai manfaat yanh didapatkan kala menjalankan puasa. Sekadar mengingatkan, berikut beberapa dari sekian banyak manfaat dari puasa. Dengan puasa kamu berarti memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat. Sehingga, kamu setidaknya telah membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan. Selain itu, dengan berpuasa kamu juga dapat memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup. Berpuasa juga dapat menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh. Puasa juga mampu menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh. Puasa juga mampu Meremajakan sel-sel tubuh. Karena saat berpuasa organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya. Bagi organ tubuh, puasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam. Baca juga 5 Alasan Kenapa Berat Badan Naik Saat Puasa Cara menahan lapar saat puasa Menjalani pola makan sehat saat berpuasa akan mampu menjaga tubuh kamu tetap fit, walaupun lapar dan haus kamu rasakan. Berikut beberapa cara atau tips menahan rasa lapar dan haus bagi kamu yang menjalankan puasa di bulan Ramadan. 1. Melakukan olahraga ringan Gambar Berolahraga juga perlu dilakukan saat puasa. Foto Pixabay Jangan pernah berpikir ketika berpuasa untuk bermalas-malasan dan tidak bergerak. Gerakanlah tubuh dengan jalan-jalan. Cobalah berjalan santai saat pagi atau sore ketika udara masih segar di sekitar rumah atau dimana saja selama kamu mampu, alangkah baiknya jika memilih jalan santai di tempat yang sejuk seperti taman. Jalan santai meningkatkan efek membakar lemak saat berpuasa. Dengan begitu tubuhmenjadi lebih sehat karena meningkatkan kesehatan jantung dan tubuh pada umumnya. dan juga biasanya tingkat lapar menjadi berkurang. 2. Cukupi kebutuhan cairan dan elektrolit Gambar Jangan untuk tetap memenuhi kebutuhan cairan selama puasa. Foto Pixabay Walaupun menjalankan puasa, kamu tetap harus mengonsumsi 2 liter air dalam satu hari. Untuk memenuhinya bisa kamu lakukan saat sahur dan berbuka puasa. Waktu konsumsi air yang disarankan adalah 2 gelas saat berbuka, 4 gelas pada malam hari, dan 2 gelas saat sahur. Untuk kebutuhan elektrolit, selama kamu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidak melewati sahur, dan mengonsumsi cukup sayuran dan buah, sebenarnya kebutuhan elektrolit sudah terpenuhi. Baca juga 5 Rekomendasi Aplikasi Kuliner Terbaik untuk Cari Tempat Buka Puasa Bersama 3. Konsumsi makanan sahur dengan gizi seimbang Gambar Makan makanan dengan gizi seimbang saat sahur. Foto Pixabay Saat sahur, kamu disarankan untuk makan 30 menit sebelum waktu imsak. Untuk menunya, akan lebih baik dengan menu makanan yang lambat dicerna, tinggi serat, serta perbanyak buah dan sayuran yang tinggi vitamin juga mineral. Hindari mengonsumsi terlalu banyak garam termasuk MSG, monosodium glutamate yang biasanya banyak terkandung dalam makanan instan, makanan yang diawetkan seperti makanan kaleng, dendeng, abon, ikan asin, telur asin, kopi dan teh karena akan menyebabkan dehidrasi. 4. Konsumsi 2 kali makanan selingan sebelum tidur Gambar Cemilan sehat sebelum tidur boleh dilakukan saat puasa. Foto Pixabay Untuk memenuhi kebutuhan energi dan zat gizi harian dan untuk menghindari ngemil gorengan sepanjang malam, disarankan untuk menjadwalkan 1 โ€“ 2 kali ngemil sehat dengan selang waktu 1 jam sebelum tidur. Jumlah makanan selingan yang dikonsumsi juga tidak boleh terlalu banyak. Sebagai contoh, dalam 1 kali selingan, yang dikonsumsi adalah ยฝ buah alpukat, atau 1 genggam ยฑ10 buah kacang-kacangan, atau 1 cangkir yoghurt dengan buah. 5. Menganggap puasa sebagai salah satu cara diet Gambar Anggap puasa menjadi aktivitas program diet. Foto Pixabay Ketika kamu sedang berpuasa, cobalah untuk berpikir bahwa kamu hanya sedang menunda waktu makan. Sama seperti ketika sedang diet, kamu tidak diperbolehkan untuk mengonsumsi suatu makanan yang mengandung gula. Lain halnya berpuasa, kamu dituntut untuk menahan lapar dan haus. Baca juga 5 Olahraga yang Bisa Kamu Lakukan Saat Puasa Jangan lupa untuk tetap mengonsultasikan cara-cara di atas ke dokter kamu. Agar kondisi tubuh kamu tetap sehat, terjaga, dan fit selama menjalan ibadah puasa. Selamat berpuasa! Bulan Ramadhan sudah tiba. Saatnya mengumpulkan banyak pahala dengan melakukan berbagai kegiatan yang mendatangkan banyak manfaat. Mulai dari berpuasa menahan lapar dan haus sampai melakukan ragam kegiatan ibadah lainnya. Belajar Puasa Jika dahulu ketika masih kanak-kanak, Kita berpuasa diajarkan untuk menahan haus dan lapar. Tidak makan minum dari mulai lepas imsak dan berbuka ketika bedug Magrib berkumandang. Dahulu semasa kanak - kanak, Saya pribadi tidak mengenal apa itu bukber, ngabuburit atau kegiatan yang bersifat duniawi. Sependek pengetahuan Saya, orang tua mengajarkan berpuasa dengan cara sederhana. Puasa Kala Dewasa Iklan Kini saat dewasa Saya banyak melihat keriuhan ketika bulan puasa tiba. Adanya "bukber" alias buka bareng teman-teman. Kemudian ada "ngabuburit" alias jalan-jalan sembari menunggu waktu buka puasa tiba. Saat menjelang sahur tak jarang ada ajakan "sahur on the road" yaitu membagikan makanan sahur pada orang-orang di jalan yang kurang beruntung. Ada juga bagi-bagi sembako menjelang hari raya Idul Fitri. Semua keriuhan kegiatan selama bulan Ramadhan terjadi dan berulang hampir setiap hari saat bulan Ramadhan tiba. Makna Puasa Menurut pemahaman Saya pribadi sejatinya makna menjalankan puasa bukan sekedar menahan haus dan lapar saja. Makna puasa adalah pengendalian diri terhadap sesuatu yang tidak pada tempatnya. Makan dan minum itu seperlunya tidak perlu berlebih. Karena sesuatu yang berlebih tentu tidak baik. Mengendalikan emosi dan perilaku itu juga bagian dari makna puasa. Apa keuntungan emosi sampai naik pitam berlebihan? Tidak ada, selain membuat jantung berdetak cepat dan mengeluarkan kata-kata yang tidak terkendali. Apakah marah menyelesaikan persoalan? Bagi pemilik amarah bisa lega hatinya karena sudah keluar uneg-unegnya. Bagi orang yang menjadi tempat pelampiasan amarah mungkin akan menyimpan trauma atau dendam sepanjang hayatnya. Orang berpuasa juga sekaligus melakukan ibadah. Sejatinya ibadah adalah minta pengampunan pada Allah SWT atas apa kekhilafan yang Kita perbuat. Namun sifat manusia yang "gampang lupa" namun "susah ingat" kerap melakukan kekhilafan yang nyaris sama berulang kali. Selanjutnya berulang kali juga Kita memohonkan ampunan pada NYA. Menjadi Manusia yang Naik Kelas Seiring bertambahnya usia seharusnya Kita sebagai manusia secara perlahan menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Sehingga kekhilafan yang Kita lakukan tidak berulang. Karena dunia adalah tempat manusia belajar maka seperti di ruang kelas yang berisi murid, manusia sebagai murid sejatinya juga harus "naik kelas". Manusia dikatakan "naik kelas" jika secara perlahan namun pasti sudah bisa meminimalisir sifat dan perbuatan yang tidak membawa manfaat bagi manusia sekitarnya. Manusia dikatakan "naik kelas" jika sudah bisa menghargai sesuatu yang berbeda dan tidak sibuk menilai orang di luar diri. Manusia dikatakan naik kelas jika waktunya lebih banyak untuk kontemplasi diri bukan sibuk membenahi perilaku orang lain tapi lupa membenahi perilaku diri sendiri. Puasa Setiap Hari Jika makna puasa bukan sekedar "menahan diri" tapi harus bisa "mengendalikan diri" apakah puasa hanya dilakukan di bulan Ramadhan saja? Lalu bulan - bulan lainnya apakah Kita tidak "berpuasa"? Jawabannya tentu tidak. Sejatinya setiap detik Kita harus melakukan "puasa dengan makna". Bulan Ramadhan adalah pengingat bagi manusia sebagai mahluk pembelajar untuk lebih mengenal apa itu "makna puasa". Sifat dasar manusia adalah "pelupa". Oleh karenanya perlu selalu diingatkan pada satu waktu tertentu untuk lebih fokus menjalankan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh NYA. Oleh karena itu ditetapkan satu bulan yang bernama bulan Ramadhan untuk menjalankan ibadah puasa. Tapi tentunya ibadah puasa yang Kita jalankan bukan sekedar menahan haus dan lapar saja. Sayang kan, kalau Kita bisa menjalankan puasa dengan "makna" selama satu bulan penuh namun harus ternoda dengan tidak bisanya kita mengendalikan diri terhadap apapun pada 11 bulan lainnya. Selamat Menjalankan Ibadah Puasa dengan Makna Ikuti tulisan menarik Bayu Fitri Hutami lainnya di sini.

puasa bukan sekedar menahan lapar