🐮 Hewan Di Indonesia Mencerminkan Posisi Diantara Daerah Biogeografi
Ahlibiologi molekuler, mendefinisikan biogeografi sebagai pembelajaran tentang garis keturunan gen, sedangkan ahli ekologi menganggap biogeografi adalah kajian tentang ekosistem dan persebaran geografikal. Biogeografi juga dikenal sebagai pembelajaran yang terkait dengan biosfer, yang mengandung tentang alam fisik disekitar, baik tanah, hewan
PersebaranFlora di Indonesia. Menurut Kusmana dan Hikmat, (2015:187) menjelaskan istilah flora diartikan sebagai samua jenis tumbuhan yang tumbuh di suatu daerah tertentu. Apabila istilah flora ini dikaitkan dengan life-form (bentuk hidup/habitus) tumbuhan, maka akan muncul berbagai istilah seperti flora pohon (flora berbentuk pohon), flora
PulauKambing di daerah Tanjung Bira, Bulukumba, Sulawesi Selatan, menjadi salah satu destinasi menarik yang sayang untuk Anda lewatkan. Salah satu pulau dengan nama hewan di Indonesia ini menawarkan keindahan yang luar biasa. Meskipun memiliki nama Pulau Kambing tetapi jangan berharap untuk menjumpai banyak kambing di pulau ini.
. Biogeografi – Persebaran flora dan fauna di seluruh dunia dibatasi oleh tata ruang dan waktu. Batasan tersebut terbentuk secara alami, seperti gunung, bukit, tebing, danau, sungai, padang apsir serta lautan yang menjadi penghambat tumbuhan dan satwa untuk melaluinya. Pengertian BiogeografiPengertian Menurut Para AhliRuang LingkupJenis Biogeografi1. Afrotropika2. Antarktika3. Australasia4. Indomalaya5. Nearktika6. Neotropika7. Oseania8. PalearktikaWilayah Biogeografi IndonesiaFaktor Persebaran1. Faktor Fisika. Iklimb. Tanahc. Relief atau Ketinggian2. Faktor Non FisikJenis Adaptasi Biogeografi adalah salah satu cabang dari ilmu biologi yang mempelajari tentang keanekaragaman hayati berdasarkan ruang dan waktu. Pengetahuan mengenai distribusi flora dan fauna bertujuan untuk mengungkap kehidupan organisme dan hal-hal yang mempengaruhinya. Ilmu ini tidak hanya seputar spesies apa dan dimana?, namun juga terkait mengapa dan mengapa tidak? Pola sebaran spesies dapat dijelaskan berdasarkan gabungan faktor-faktor keturunan, seperti spesifikasi, kepunahan spesies, pergeseran benua, glasiasi, jalur sungai, permukaan laut serta ketersidian sumber daya alam. Pengertian Menurut Para Ahli Pola distribusi atau sebaran makhluk hidup di bumi pertama kali dijelaskan oleh Alfred Russel Wallace pada tahun 1800-an. Ia mengemukaan bahwa ada hubungan antara makhluk hidup dengan daerah atau wilayah tertentu di permukaan bumi. Menurutnya, bumi terbagi menjadi 6 wilayah biogeografi karena setiap wilayah memiliki jenis tumbuhan dan satwa yang khas serta unik. Pada masing-masing wilayah geografis dibatasi oleh rintangan berupa kondisi alam yang berkaitan dengan proses geoglogi pemisahan atau penyatuan benua pada masa lampau. Batasan alam tersebut menyebabkan halangan sehingga sebaran makhluk hidup terbatas pada tempat tertentu. Pada tahun 1858, Alfred Russel Wallace juga menyadari bahwa perubahan-perubahan geologi di kawasan Indonesia bagian tengah juga menjadi penyebab terhadap persebaran flora dan fauna. Ilmu biogeografi tercipta di Indonesia ketika Wallace menyampaikan kalimat pada Henry Bates, yaitu “I believe the western part to be a separaed portion of continental Asia, the eastern the fragmentay prolongation of a former Pacific continent.” Pada perkembangannya, pada tahun 1910 sebelum Wallace meninggal ia menjelaskan pada bukunya “The World of Life” Chapman and Hall, London dan menggeser garis Wallace pada sektor Sulawesi lebih ke timur, karena di Sulawesi Barat masih banyak ditemukan satwa-satwa berciri Asia asiatis. Pendapat ahli lain, seperti John dan Kathy MacKinnon 1986 serta Mackinnon dan Arta 1982 juga telah mengidentifikasi 7 jenis biogeografi utama di Indonesia, yaitu Sumatera, Jawa – Bali, Kalimantan, Sulawesi, Sunda Kecil, Maluku dan Papua. Masing-masing unit dibagi kembali dalam sub unit, sehingga prioritas utama ditempatkan pada kawasan perlindungan besar meliputi ekosistem utama. Ruang Lingkup Lingkup biogeografi merupakan pembagian sebaran makhluk hidup di permukaan bumi berdasarkan pola sebaran organisme darat. Ruang lingkupnya biogeografi dibagi oleh WWF World Wildlife Fund menjadi delapan dengan luasan sebagai berikut Zona BiogeografiWarnaLuas WilayahCakupan Juta Km2Eurasia + N. Juta Km2Amerika Juta Km2Afrika + ArabNeotropikUngu19 Juta Km2Amerika Juta Km2Australia + PapuaIndo Juta Km2S. Asia + SE. AsiaOseania–1 Juta km2PolinesiaAntartika–03. Juta Km2Kutub Selatan Jenis Biogeografi Terbentuknya zona-zona tersebut dipengaruhi oleh ekologi, geologi, morfologi, tanah, air dan manusia. Berikut adalah penjelasan masing-masing kawasan biogeografi, yaitu Wikipedia Commons 1. Afrotropika Kawasan biogeografi afrotropik meliputi benua Afrika tepatnya di selatan Gurun Sahara, selatan dan timur Jazirah Arab, pulau Madagaskar, Iran Selatan, Pakistan Barat Daya, serta kepulauan di Samudera Hindia. Di wilayah afrotropik dapat ditemukan beberapa hewan endemik, seperti burung dari keluarga ostrich burung unta, sunbird, secretary bird, guineafowl dan mousebirds. Terdapat pula jenis mamalia endemik, antara lain aardvark, tikus mondok afrosoricida, dan macroscelidea. Contoh keragaman flora dapat dilihat di Madagaskar dan kepulauan di Samudera Hindia, yaitu 10 jenis tumbuhan berbunga endemik dan 8 diantaranya berada di Madagaskar. 2. Antarktika Zona biogeografi antarktika meliputi seluruh daerah benua antarktika dan beberapa gugus pulau di Samudera Hindia dan Atlantik. Semua kawasan yang masuk dalam lingkup ini memiliki suhu dingin dan udara yang kering. Benua antarktika adalah daerah yang hanya mampu menopang 2 jenis tumbuhan vaskulaer, 250 jenis lichen, 100 jenis moss, kurang dari 30 jenis liverwort, serta 700 spesies alga terretrial. Kril antarktika adalah crustacea seperti udang yang sangat penting dalam ekosistem laut kutub selatan. Hewan ini adalah makanan bagi anjing laut, penguin, cumi-cumi, berbagai jenis buruh, serta paus. Sedangkan tumbuhan seperti tundra adalah jenis flora yang mampu hidup di wilayah ini. Tundra disini dibagi 4 jenis, yaitu Marienlandia Antarctic Tundra, Maudlandia Antarctic Tundra, Scotia Sea Islands Tundra, Southern Indian Oceans Island Tundra. 3. Australasia Kawasan biogeografi Australasia meliputi wilayah Australia, Selandia Baru, Pulau Papua, serta wilayah timur Indonesia lainnya, seperti Sulawesi, Maluku, Lombok, Sumbawa, Flores, Sumba, dan Timor. Wilayah Australasia secara langsung berbatasan dengan biogeografi Indo-Malaya dan memiliki daerah yang disebut zona peralihan sebagai batas yang digambarkan dengan garis wallace, weber dan lydekker. 4. Indomalaya Wilayah biogeografi indo-malaya meliputi sebagian besar kawasan Asia Sealtan dan Tenggara. Mulai dari Afghanistan hingga ke China selatan dan Bali di Indonesia. Sebutan lain untuk wilayah ini adalah kawasan Oriental. Ciri khas dari mamalia di kawasan ini adalah berukuran besar atau dikenal dengan hewan Asiatis, seperti harimau, gajah, badak,tapir, orangutan, kuda nil dan sebagainya. Sedangkan jenis burung endemik yang ada meliputi keluarga irenidae, megalaimidae, dan rhabdornithidae, serta pheasant, pittas, old world babblers, dan flowerpeckers. 5. Nearktika Cakupan wilayah nearktika adalah benua Amerika bagian utara, termasuk Greenland, Florida, dan Meksiko. Namun terdapat beberapa pengecualian, seperti Florida Selatan, Meksiko Timur, Amerika Tengah, dan Kepulauan Karibian yang masuk kedalam zona Neotropik. Zona neartika dibagi menjadi 4 bioregion, yaitu Canadian Shield, Western North America, Eastern North America, dan Northern Mexico-Southwestern North America. Beberapa contoh jenis satwa yang berasal dari wilayah nearktika adalah anjing, serigala, rubah, kuda, tapir, serta butung wrentits. 6. Neotropika Kawasan biogeografi neotropik mencakup seluruh zona tropis Amerika serta zona iklim sedang Amerika Selatan. Wilayahnya dimulai dari Yucatan di Mexico hingga Tierra del Fuego di Argentina. Zona neotropika memiliki 31 spesies burung endemik, antara lain rhea, tinamous, toucan, tanager, currasow, hummingbird, dan wren. Jenis mamalia yang dimiliki kawasa ini yaitu armadillo, kukang, capybara, monyet dunia baru, possums, dan guinea pig. Pisces atau ikan-ikanan di wilayah neotropika jumlahnya sangat banyak dan menjadi yang terbanyik dibanding zona biogeografi lainnya, yaitu 57000 jenis dari 66 famili berbeda. Sedangkan tumbuhan yang berasal dari kawasan ini,, yakni tomat, cokelat, kacang lima, serta kentang yang asalnya dari Peru dan Bolivia. 7. Oseania Biogeografi oseania sangatlah unik karena terdiri dari ribuan kepulauan. Wilayahnya meliputi Micronesia, Kepulauan Fiji, Kepulauan Hawaii, dan Polynesia. Iklim di zona ini adalah tropis hingga subtropis dengan kelembaban yang tergantung dengan topografi dan arah angin. Zona oseania merupakan kawasan yang terisolasi dari benua lainnya, sehingga sebaran flora maupun fauna umumnnya berasal dari luar pulau melalu jalur laut. Tumbuhan dan satwa oseania sangat mirip dengan indomalaya, selain itu juga ada kemiripan dengan flora dan fauna dari Amerika Selatan dan Australia. 8. Palearktika Zona palearktik adalah kawasan biogeografi terluas dibanding lainnya. Secara umum, wilayahnya mencakup benua Eropa, Asia bagian utara pegunungan Himalaya, Afrika Utara serta bagian utara dan tengan Arab. Karakteristik utama dari wilayah palearktika adalah beriklim sedang dan boreal atau sub-artctic. Burung endemik yang berasal dari zona palearktika seperti burung accentors, callomyscidae, prolagidae dan ailuridar. Sedangkan hewan-hewan dari paleartik seringkali juga tersebar ke daerah neartik karena terdapat jalur darat pada masa lampau, seperti rusa, beruang grizzlu, bison, reindeer dan elk. Wilayah Biogeografi Indonesia Secara geografis, wilayah Indonesia berada pada posisi yang unik. Hal ini menyebabkan kawasannya memiliki pola biogeografis atau sebaran flora dan fauna yang unik pula. Indonesia terbagi menjadi dua zona biogeografis, yaitu Indo-Malaya serta Australasia, bahkan berada ditengah-tengah keduanya. Lokasi yang strategis ini menjadikan Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekayaan keanekaragaman hayati terbesar dunia termasuk jenis-jenis endemik. Zona sebaran di Indonesia terbagi menjadi 3 pola, yaitu asiatis, peralihan dan australis. Terbentuknya zona ini dipengaruhi leh bentuk fisik kepulauan Indonesia serta pola migrasi flora dan fauna. Faktor Persebaran Poal sebaran organisme dari satu tempat ke tempat lainnya menghadapi penghalang yang terbentuk secara alami. Penghalang tersebut penjadi pengendali distribusi makhluk hidup yang dapat dikelompokkan menjad faktor fisik dan non fisik berikut ini Pixabay 1. Faktor Fisik a. Iklim Curah Hujan Wilayah yang memiliki curah hujan sepanjang tahun umumnya mempunyai vegetasi hujan. Berkurangnya jumlah curah hujan akan berpengaruh terhadap bentuk hutan yang berubah menjadi semak belukar atau padang rumput. Sedangkan di daerah gurun yang bercurah hujan sangat rendah, maka vegetasi yang ada akan bergantung pada musim-musim ketika terdapat kenaikan curah hujan. Jenis tanaman dapat dibagi menjadi 3 kelompok utama berdasarkan kebutuhan airnya, yaitu Hygrophytes, yaitu tanaman yang hidup pada kondisi air banyak contohnya bakau; Mesophytes, yaitu tanaman yang membutuhkan air dalam jumlah sedang; Xerophytes, yaitu tanaman yang hidupnya dengan menyesuaikan kadar air yang ada. Tanaman jenis ini mampu beradaptasi dan biasanya memiliki daun berlapis lilin untuk mengurangi penguapan, kulit pohon tebal dan sistem akar yang dalam contohnya kaktus. Suhu Suhu adalah besaran derajat panas dingin suatu benda atau lingkungan. Keadaan temperatur lingkungan dipengaruhi oleh penyinaran matahari. Semakin tinggi suhu maka variasi jenis tanaman akan semakin banyak. Namun sebaliknya, suatu wilayah yang terkena sedikit sinar matahari akan memiliki sedikit vegetasi tumbuhan. Kelembaban Udara Sebaran flora juga dipengaruhi oleh kadar uap air di udara. Semakin lembab suatu wilayah maka flora yang ada akan semakin beragam. Lingkungan dengan udara yang kering akan memiliki sedikit variasi jenis. Bahkan terdapat beberapa jenis tumbuhan yang hanya dapat hidup di wilayah dengan kelembaban yang tinggi. Angin Proses penguapan dan transiprasi tanaman juga dipengaruhi oleh faktor angin. Contohnya adalah angin bahorok yang dapat mengeringkan perkebunan tembakau di Delli, serta jenis angin lainnya seperti angin dingin dan angin laut. Arah tiupan angin juga berpengaruh terhadap perkembangbikan hewan karena risiko bahaya yang ditimbulkan, termasuk bagi manusia. Sinar Matahari Tumbuhan memerlukan cahaya matahari untuk menghasilkan makanan dan energi. Kurangnya asupan sinar matahari akan menjadikan tumbuhan sulit berkembang. Sinar matahari yang menyinari permukaan bumi juga berpengaruh terhadap perkembangbiakan hewan. Sinar matahari yang terlalu terang mengakibatkan proses persalinan hewan semakin sulit. b. Tanah Tanah merupakan lapisan permukaan bumi yang terdiri dari bahan mineral dan organik. Tanah juga menjadi tempat hidup hewan maupun tumbuhan, serta manusia. Tumbuhan dapat berkembang dengan baik pada lahan yang memiliki kandungan hara tertentu, jenis tanah dan tingkat kesuburan. Wilayah dengan tanah yang subur menjadi habitat banyak hewan dan tumbuhan. c. Relief atau Ketinggian Tinggir rendah permukaan bumi berpengaruh terhadap kandungan udara dan intensitas sinar matahari. Kawasan dataran rendag umumnya ditumbuhi tanaman berdaun lebat, sedangkan wilayah yang semakin tinggi jarang ditumbuhi tanaman. Hal tersebut juga berbanding lurus dengan populasi hewan yang ada. 2. Faktor Non Fisik Tumbuhan, contohnya adalah perlindungan yang diberikan pohon-pohon besar terhadap pohon dibawahnya yang lebih contohny adalah simbiosis mutalisme antara serangga dengan bunga sehingga membantu contohnya adalah kemampuan manusia untuk mengubah suatu ekosistem dengan penebangan, pengairan, pemupukan dan penanaman, seperti alih fungis lahan hutan untuk pertanian, perkebunan, maupun Makanan merupakan rantai-rantai makanan yang saling berkaitan sehingga membentuk jarin-jaring bila digambarkan. Jaring-jaring makanan terbentuk akibat satu makhluk hidup memangsa satu jenis makhluk hidup lainnya. Adanya jaring-jaring makan berpengaruh terhadap sebaran biogeografi hewan dan Adaptasi adalah cara bagaimana organisme menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar dapat bertahan hidup. Organisme yang mampu beradaptasi akan terjamin keberlangsungan hidup dan populasinya. Jenis Adaptasi Keberhasilan biogeografi makhluk hidup pada kawasan tertentu dipengaruhi oleh kemampuan adaptasi, yaitu Adaptasi Morfologi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan oragan tubuh sesuai dengan kebutuhannya, misalnya gigi singa dan harimau yang bentuknya runcing untuk mencabik daging Fisiologi adalah kemampuan makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga alat-alat tubuhnya mengalami perubahan untuk bertahan hidup. Contohnya adalah onta yang berevolusi memiliki kantung air di punuknya sebagai cadangan air di habitat padang Perilaku adalah kemampuan makhluk hidup berkaitan dengan tingkah laku terhadap lingkungannya, misalnya kemampuan bungkon untuk merubah warna sesuai lingkungannya agar terhindar dari pemangsa.
Jakarta - Persebaran fauna di Indonesia dikelompokkan atas tiga wilayah, yaitu fauna Indonesia bagian barat, fauna Indonesia bagian tengah, dan fauna Indonesia bagian fauna di Indonesia memiliki batas persebaran yang tidak setegas batas persebaran flora di Indonesia. Sebab, fauna merupakan makhluk hidup yang memiliki kecenderungan melakukan migrasi atau perpindahan dibandingkan dengan fauna di Indonesia bagian barat dan tengah dibatasi oleh garis Wallace. Garis Wallace melewati Selat Lombok dan lurus sampai ke Selat Makassar, seperti dikutip dari buku Ilmu Pengetahuan Sosial Geografi, Sejarah, Sosiologi, Ekonomi untuk Kelas VII SMP oleh Mamat Ruhimat, Nana Supriatna, dan fauna Indonesia bagian barat meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, serta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Region fauna Indonesia bagian barat sering disebut wilayah fauna Tanah Indonesia bagian barat disebut juga fauna jenis fauna Indonesia bagian barat antara lain sebagai berikut1. Mamalia, seperti gajah, harimau sumatra, badak bercula satu, tapir, rusa, beruang madu, banteng, kerbau, monyet, orangutan, macan, tikus, bajing, kijang, kelelawar, landak, babi hutan, kancil, dan Reptil, seperti biaya, kura-kura, ular, tokek, biawak, dan Burung, seperti burung hantu, elang, jalak, merak, dan kutilang4. Berbagai macam unggas, berbagai macam serangga, serta berbagai macam ikan tawar dan pesut, yaitu sejenis lumba-lumba di Sungai Indonesia Bagian TengahWilayah fauna Indonesia bagian tengah disebut juga wilayah fauna kawasan Wallacea. Kawasan Wallacea adalah wilayah peralihan antara fauna Asiatis dan fauna Wallacea terdiri atas Pulau Sulawesi dan pulau-pulau kecil di sekitarnya, Kepulauan Nusa Tenggara, Pulau Timor, dan Kepulauan jenis fauna di kawasan Wallacea yaitu1. Mamalia, seperti anoa, babi rusa, kuskus, monyet hitam, tarsius, kuda, sapi, dan Reptil, seperti biawak, komodo, kura-kura, buaya, dan Amfibi, seperti katak pohon, katak terbang, dan katak Berbagai macam burung, seperti burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakatua, nuri, merpati, dan jadi persebaran fauna di Indonesia bagian barat dan tengah dibatasi oleh garis Wallace. Selamat belajar, detikers! Simak Video "Main Sambil Belajar di Festival Flona Lapangan Banteng" [GambasVideo 20detik] twu/pal
Planet Bumi merupakan planet baca planet di tata surya yang kaya akan sumber daya alam. Sumber daya alam yang ada di dunia ini terdiri dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui atau tidak. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui maupun tidak dapat diperbaharui masing- masing mempunyai manfaat yang berbeda- beda. Manfaat sumber daya alam ini sungguh tidak terkira, baik yang kita ketahui maupun tidak atau yang kita sadari maupun tidak. Beberapa contoh sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah air baca jenis air, udara baca polusi udara, sinar matahari baca bagian bagian matahari, hutan baca cara menjaga kelestarian hutan , dan lain sebagainya. Sedangkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui misalnya adalah barang- barang tambang, seperti minyak, timah, emas, perak, dan lain satu jenis sumber daya alam yang dapat diperbaharui di Indonesia adalah tumbuhan dan juga hewan atau yang sering kita sebut dengan istilah flora dan fauna. Flora dan fauna merupakan sumber daya alam yang tidak ternilai harganya. Flora dan fauna selain menciptakan nilai keindahan, juga menciptakan keunikan bagi suatu negara. Pasalnya, flora dan fauna ini bisa dijadikan icon suatu negara. Flora dan fauna yang khas menjadi kekayaan tersendiri bagi suatu negara. Flora dan fauna khas berbeda- beda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Hal ini karena berbagai macam faktor yang meliputi negara tersebut. Misalnya Indonesia yang merupakan negara iklim tropis pasti mempunyai flora dan fauna yang berbeda dengan negara- negara yang tidak memiliki iklim tropis. Selain dipengaruhi oleh iklim, flora dan fauna khas di suatu negara juga dipengaruhi oleh berbagai hal seperti kondisi geografis, letak geografis baca letak astronomis Indonesia dan letak geografis dan lain sebagainya. Bahkan di satu negara pun antara satu daerah dengan daerah yang lain bisa mempunyai flora dan fauna yang berbeda- beda. Salah satu negara itu adalah dan Fauna di IndonesiaIndonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang ada di dunia. Indonesia mempunyai wilayah yang panjang dan luas dari Sabang hingga Merauke. Indonesia merupakan negara yang mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi. Jadi, tidak hanya suku bangsa, adat istiadat, namun juga flora dan fauna. Flora dan fauna di Indonesia antara satu daerah dengan daerah yang lain berbeda- beda. Misalnya flora dan fauna yang ada di Pulau Sumatera berbeda dengan flora dan fauna di Papua. Oleh karena perbedaan inilah, maka Indonesia dibagi menjadi tiga wilayah yang berbeda. Pembagian wilayah Indonesia berdasarkan perbedaan flora dan fauna ini dibagi menjadi tiga wilayah. Pembagian wilayah Indonesia berdasarkan perbedaan flora dan fauna adalah sebagai berikutWilayah Indonesia Barat Pembagian wilayah Indonesia yang pertama adalah bagian Indonesia barat. Wilayah Indonesia bagian barat ini meliputi Pulau Jawa dan juga Pulau Sumatera. Wilayah Indonesia bagian barat memiliki fllora dan fauna yang disebut dengan tipe Asiatis. Mengapa dinamakan demikian? Karena rata- rata flora dan fauna yang ada di Pulau Jawa, Pulau Sumatera dan juga Pulau Kalimantan ini mempunyai kemiripan dalam beberapa hal dengan flora dan fauna yang ada di Benua Asia. Nah, karena itulah mengapa flora dan fauna yang ada di wilayah ini dinamakan Indonesia TengahSetelah Indonesia bagian barat, selanjutnya adalah Indonesia bagian tengah. Wilayah Indonesia bagian tengah ini berada di sebelah timur wilayah Indonesia bagian Barat. Wilayah Indonesia bagian tengah ini meliputi Pulau Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya. Jika wilayah Indonesia bagian barat ini disebut dengan flora dan fauna tipe Asiatis, maka wilayah Indonesia bagian tengah ini disebut sebagai flora dan fauna tipe peralihan. Mengapa dinamakan tipe peralihan? Karena di Indonesia bagian tengah ini macam flora dan fauna khasnya memunyai sifat sedikit mirip dengan wilayah Indonesia bagian timur, namun juga mirip dengan wilayah Indonesia bagian barat. Maka dari itulah flora dan fauna di wilayah Indonesia bagian tengah ini disebut sebagai tipe Indonesia TimurSelain Indonesia bagian barat dan juga Indonesia bagian tengah, selanjutnya adalah wilayah Indonesia bagian timur. Wilayah Indonesia bagian timur ini meliputi wilayah Indonesia yang tidak termasuk ke dalam wilayah Indonesia bagian tengah dan wilayah Indonesia bagian barat. Jadi, wilayah Indonesia bagian timur ini meliputi Papua dan Maluku. Wilayah Indonesia bagian timur memanglah tidak terlalu luas. Wilayah Indonesia bagian timur ini mempunyai flora dan fauna yang khas. Karena letaknya yang lebih dekat dengan benua Australia, maka flora dan fauna wilayah ini dipengaruhi oleh wilayah Australia, sehingga dinamakan sebagai tipe itulah beberapa pembagian wilayah Indonesia jika dilihat dari segi persebaran flora dan faunanya. Masing- masing wilayah Indonesia ini mempunyai banyak sekali keunikan yang melekat pada wilayahnya. Keunikan atau ke khasan ini dipengaruhi oleh berbagai macam hal, mulai dari letak geografis, hingga karakteristik wilayah yang ada di masing- masing wilayah tersebut. Antara wilayah satu dengan wilayah lainnya dibatasi oleh suatu garis khayal yang dinamakan garis Weber dan juga Weber dan WallaceMungkin sebagian besar dari kita pernah mendengar mengenai garis Weber dan juga Wallace. Ya, dua garis ini sangat berhubungan erat dengan persebaran flora dan fauna yang ada di wilayah Indonesia. Jadi yang dinamakan garis Weber dan juga Wallace ini merupakan garis- garis khayal tidak nyata, dan hanya tampak di peta yang dibuat khusus yang memisahkan atau membagi wilayah Indonesia menjadi tiga bagian dilihat dari persebaran flora dan juga faunanya. Jika suat wilayah dibagi menjadi tiga bagian, otomatis garis yang memisahkannya ada dua. Nah, di Indonesia dua garis tersebut adalah Weber dan Wallace. Penjelasan mengenai masing- masing garis tersebut adalah sebagai berikutGaris WeberSalah satu garis khayal yang membagi Indonesia menjadi tiga bagian adalah garis weber. Garis Weber ini merupakan garis khayal yang membagi Indonesia menjadi bagian tengah dan juga bagian timur. Maka dari itu, garis ini terletak di antara Indonesia bagian tengah dan juga Indonesia bagian timur. Atau lebih tepatnya, garis ini digambar di antara pulau Sulawesi dan juga Pulau WallaceGaris yang satunya mendampingi garis Weber adalah Garis Wallace. Garis Wallace ini adalah garis yang membagi Indonesia menjadi wiayah tengah dan Indonesia wilayah barat. maka dari itu letak garis ini berada di tengah Indonesia bagian barat dan juga Indonesia bagian tengah. Garis ini digambar pada peta dengan posisi berada di antara pulau Kalimantan dan juga itulah kedua garis yang membagi Indonesia menjadi tiga wilayah menurut persebaran flora dan faunanya. Kedua garis tersebut tidak digambar lurus dari utara ke selatan, namun ada perbengkokan garis. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas menganai salah satu dari kedua garis tersebut. Garis yang akan kita bahas lebih lanjut adalah Garis Wallace merupakan garis hipotesis atau garis khayal yang memisahkan Indonesia bagian Tengah dan juga Indonesia bagian Timur. Mengapa garis ini dibuat? Karena terdapat perbedaan karakteristik flora dan fauna yang ada di daerah tersebut. Garis ini diberi nama sesuai dengan penemunya yakni Alfred Russel Wallace yang menyadari adanya perbedaan di antara flora dan fauna di daerah- daerah tersebut pada saat berkunjung ke Hindia Timur pada abad ke- 19. Alfred Russel Wallace ini mempelopori penyelidikan secara modern tentang Geografi hewan terlepas dari teori Darwin. Penelitian yang dilakukan oleh Wallace ini menunjukkan bahwa ada perbedaan hewan di Indonesia bagian Barat dengan hewan di Indonesia bagian Wallace ini digambar melalui Kepulauan Melayu yakni antara Pulau Borneo atau Kalimantan dan Pulau Sulawesi, dan juga antara Pulau Bali dan Pulau Lombok. Keberadaan Garis Wallace ini juga tercatat oleh Antonio Pigafetta mengenai perbedaan biologis antara Filipina dan juga Kepulauan Maluku. Hal ini tercatat dalam perjalanan Ferdinand Magelland pada tahun 1512. Setelah itu ada perbaikan garis ini yang dilakukan oleh Weber, yakni di geser ke arah timur daratan Pulau Sulawesi.Letak Garis WallaceSudah disebitkan sebelumnya mengenai letak garis Wallace. Secara umum garis Wallace ini melintas melalui Kepulauan Melayu, yakni antara Pulau Kalimantan dan juga Pulau Sulawesi dan juga diantara Pulau Bali dan Lombok. Kawasan garis Wallace ini wesi dan sebagain Nusa Tenggarameliputi beberapa wilayah, diantara nya sebagai berikutPulau SulawesiKepulauan MalukuSumbaSumbawaLombokTimorNah, itulah beberapa kawasan yang berada di dalam atau yang dilalui oleh garis Wallace ini. Jadi, wilayah- wilayah tersebut merupakan wilayah yang masuk ke dalam tipe Asiatis ataupun tipe Peralihan. Garis Wallace ini mencakup beberapa wilayah khusus yang mempunyai hewan- hewan yang khas. Dan diantara wilayah- wilayah yang telah daerah disebutkan diatas, wilayah yang mempunyai binatang paling khas adalah Pulau Sulawesi. Beberapa binatang khas Sulawesi ini antara lain adalah Anoa atau sapi hutan, dan lain kawasan yang Berhubungan dengan Garis WallaceGaris Wallace yang merupakan garis pemisah antara Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian tengah menurut persebaran flora dan fauna, ternyata mempunyai beberapa kawasan penting yang berhubungan dengan garis tersebut. Kawasan- kawasan penting ini berupa paparan benua. Landas benua sendiri merupakan bagian dari lempeng benua baca lempeng tektonik yang panjangnya menjulur hingga ke bawah laut. Dengan demikian, kawasan ini ditutupi oleh air laut. Beberapa paparan benua yang berhubungan dengan garis Wallace antara lain sebagai berikutKawasan Paparan SundaKawasan paparan Sunda ini berada di sebelah barat dari garis Wallace. Paparan Sunda sendiri merupakan lempeng Bumi yang bergerak dari kawasan Oriental atau benua Asia yang letaknya di sebelah barat Garis Wallace. Garis Wallace sendiri merupakan garis yang digambar membujur di kawasan yang memisahkan antara Indonesia bagian barat dengan bagian tengah. Garis Wallace ini bergerak dari utara ke selatan antara pulau Kalimantan dan juga Sulawesi, serta antara Bali dan juga Lombok. Menurut keberadaan garis ini, maka kawasan yang merupakan zona Asiatis adalah adalah Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan juga pulau Paparan SahulDi Indonesia, ditemukan lebih dari satu jenis paparan benua. Jika sebelumnya kita mengenal paparan Sunda, maka yang selanjutnya adalah paparan Sahul. Paparan Sahul merupakan paparan benua yang berada di sisi timur dari Garis khayal Wallace. Dengan kata lain, paparan Sahul ini berada di sisi lain dari paparan Sunda. Paparan Sahul merupakan lempeng bumi yang bergerak dari kawasan Australesia atau Benua Wallacea atau Laut Dalam Kawasan Wallacea merupakan lempeng Bumi dari pinggiran Asia Timur yang bergerak di sela- sela garis Wallace dan juga Garis Weber. Kawasan Wallace aini mencakup pulau Sulawesi, Kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara dan juga Kepulauan Maluku. Di kawasan Wallace ini, ditemukan banyak flora serta fauna endemik yakni flora dan fauna yang hanya ditemukan di satu tempat yang bersangkuran dan tidak ditemukan di wilayah lain manapun di dunia. Jadi, di kawasan Wallcea ini memiliki kedua unsur baik dari kawasan Oriental maupun Australis. Kawasan Wallace ini juga disebut sebagai zona peralihan. Alfred Wallace mengemukakan pendapat bahwa laut tertutup es pada zaman es baca hujan es, sehingga tumbuhan serta satwa atau flora dan fauna dari kawasan Asia dan Australia dapat menyeberang dan berkumpul menjadi satu di Indonesia. Jika jenis Asia tetap lebih banyak ditemukan di bagian barat dan jenis Australia di bagian timur Indonesia, hal ini karena kawasan Wallacea sebenarnya dahulu merupakan sebuah palung laut yang sangat dalam, sehingga fauna kesulitan untuk melintasinya dan flora berhenti itulah beberapa pembagian daerah atau kawasan yang ada hubungannya dengan garis Wallace ini. Salah satu dari tiga kawasan tersebut juga berhubungan dengan garis satunya, yakni garis dan Fauna Garis Wallace atau Tipe AsiatisSebenarnya, mengenai jenis flora dan fauna yang berada di sekitar garis Wallace ini ada dua tipe, yakni tipe Asiatis dan juga tipe Peralihan. Hal ini karena memang garis Wallace ini membagi Indonesia ke dalam zona Asiatis dan juga Peralihan. Namun untuk flora dan fauna yang lebih khas, adalah tipe dan fauna tipe Asiatis sendiri merupakan flora dan fauna yang persebarannya di wilayah Indonesia bagian barat yang meliputi pulau Sumatera, Jawa serta Kalimantan. Flora dan fauna tipe Asiatis ini mempunyai kemiripan dengan flora dan fauna yang tumbuh dan berada di benua Asia, maka dari itu dinamakan sebagai flora dan fauna tipe Asiatis. Beberapa jenis flora dan fauna tipe Asiatis antara lain sebagai berikutFlora Tipe AsiatisTumbuhan Meranti- merantianTumbuhan meranti- merantian atau yang mempunyai nama latin Dipterocarpus menjadi tumbuhan yang banyak tumbuh di wilayah Asiatis. Tumbuhan ini menjadi jenis epifit yang menjadi tumbuhan khas di wilayah Asiatis. Tumbuhan Meranti- merantian ini banyak di temukan di hutan hujan tropis yang banyak terdapat di wilayah Indonesia bagian jenis rotanRotan menjadi salah satu tumbuhan yang paling berguna di Indonesia. Rotan ini ternyata menjadi salah satu tumbuhan tipe Asiatis yang banyak terdapat di wilayah Indonesia bagian jenis nangkaNangka yang juga merupakan buah khas Indonesia, ternyata merupakan flora khas yang tumbuh di wilayah barat Indonesia dan merupakan flora tipe ArnoldiRafflesia Arnoldi merupakan flora endemik yang sangat terkenal di dunia. Flora ini merupakan flora yang hanya tumbuh di wilayah Sumatera dan Jawa. Tidak ada tempat lain yang ditumbuhi oleh tumbuhan ini. Rafflesia Arnoldi adalah semacam tumbuhan yang merambat dan tidak mempunyai daun. Tumbuhan ini hanya terdiri atas bunga saja dan mempunyai ukuran sangat besar. Oleh karena tidak punya daun, maka tumbuhan ini tidak bisa berfotosintesis sehingga merupakan salah satu jenis parasit yang merugikan tanaman lainnya yang Anggrek merupakan salah satu bunga khas Indonesia dan juga khas Asia. Bunga ini banyak ditemukan di hutan- hutan di Indonesia. Bunga Anggrek merupakan tanaman yang hidup menempel di tumbuhan lainnya. Meskipun hidup menempel di tumbuhan lainnya, namun pohon bunga anggrek ini mampu melakukan fotosintesis sehingga tidak akan mengambil jatah makanan tumbuhan lain. Dengan demikian anggrek tidak dianggap sebagai parasit. Ada salah satu jenis Anggrek yang juga menjadi flora endemik Indonesia. Bunga anggrek ini dinamakan Anggrek Tien Soeharto yang hanya tumbuh di daerah Tapanuli Utara, Sumatera tipe Asiatis yang selanjutnya adalah lumut. Berbagai jenis lumut banyak ditemukan di hutan hujan tropis yang memiliki udara lembab. Oleh karena itulah banyak lumut yang akan hidup. Berbagai jenis lumut ini juga merupakan flora khas cendawan juga merupakan salah satu jenis flora Asiatis yang ada di wilayah Indonesia bagian pakuanFlora tipe Asiatis yang tumbuh di wilayah Indonesia bagian barat banyak terdapat tanaman paku- pakuan. Berbagai jenis tanaman paku- pakuan ini merupakan tanaman khas atau flora tipe Asiatis yang tumbuh di wilayah JatiPohon jati merupakan salah satu tanaman khas Indonesia yang banyak tumbuh di pulau Jawa. Taman jati yang kaya manfaat ini ternyata merupakan tanaman khas dari Asia yang mempunyai ciri khas akan menggugurkan daunnya untuk mengurangi itulah beberapa jenis flora Indonesia bagian barat yang juga merupakan flora tipa Asiatis. Selain flora, juga ada tipe Asiatis merupakan fauna yang banyak tinggal di wilayah benua Asia. Beberapa contoh fauna tipe Asiatis antara lain sebagai berikutGajahSalah satu binatang yang terkenal banyak terdapat di benua Asia adalah gajah. Binatang besar ini juga hidup di wilayah Indonesia bagian barat. Di Indonesia sendiri gajah yang terkenal adalah gajah Sumatera. Gajah Sumatera banyak diburu karena memiliki gading yang mahal jika dijual. Karena gadingnya yang banyak diburu, maka gajah Sumatera ini termasuk ke dalam binatang yang atau HarimauSelain gajah, binatang lainnya adalah macan. Macan atau harimau ini juga merupakan salah satu binatang khas Indonesia bagian barat. Macan ini merupakan binatang tipe Asiatis karena banyak terdapat di benua Bercula SatuSalah satu binantang langka yang dilindungi di Indonesia adalah badak bercula satu. Badak bercula satu ini merupakan banyak yang langka karena banyak diburu untuk diambil culanya. Cula badak ini berharga sangat mahal, maka dari itu banyak diincar oleh para yang merupakan binatang berkaki empat merupakan salah satu fauna tipe Asiatis. Banteng mempunyai dua tanduk besar yang ada di kepalanya. Banteng mempunyai kekuatan yang lebih kuat daripada sapi atau itulah beberapa contoh fauna tipe Asiatis yang banyak hidup di Indonesia bagian barat. Flora dan fauna tersebut merupakan kekayaan yang dimiliki Indonesia sehingga harus dilindungi.
hewan di indonesia mencerminkan posisi diantara daerah biogeografi